Page 151 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 151
Refleksi Penulis
Menulis buku Presentasi Hebat merupakan salah satu
perjalanan yang paling bermakna dalam karier saya sebagai
widyaiswara. Buku itu lahir dari ruang-ruang pelatihan, dari
ratusan presentasi yang saya amati, dan dari refleksi atas
pertanyaan sederhana: mengapa banyak orang yang
menguasai materi, tetapi kesulitan membuat audien
memahami dan bertindak.
Ketika kemudian saya mulai mendalami AI, saya tidak
melihatnya sebagai ancaman terhadap keterampilan
presentasi. Sebaliknya, saya melihat AI sebagai alat yang
dapat memperkuat proses yang selama ini saya ajarkan. AI
mampu membantu menyusun kerangka, merapikan alur
cerita, mengusulkan visual, bahkan mensimulasikan
pertanyaan audien. Namun AI tetap tidak dapat
menggantikan kepekaan seorang presenter dalam membaca
situasi, membangun kepercayaan, dan menyampaikan pesan
dengan empati.
Karena itu, bagi saya, kemampuan menggunakan AI
tidak mengurangi pentingnya keterampilan presentasi.
Justru sebaliknya. Di era AI, ASN dituntut tidak hanya
mampu menghasilkan informasi, tetapi juga mampu
mengomunikasikan informasi tersebut secara meyakinkan,
bertanggung jawab, dan berorientasi pada pengambilan
keputusan. Di titik inilah Presentasi Hebat dan GAP-OS
bertemu sebagai dua kerangka yang saling melengkapi: yang
141
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

