Page 6 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 6
"Bolehkah ASN menggunakan AI?"
"Apakah hasil AI boleh langsung digunakan?"
"Bagaimana jika AI salah mengutip peraturan?"
"Siapa yang bertanggung jawab apabila hasil AI
ternyata keliru?"
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyadarkan saya
bahwa tantangan terbesar bukanlah bagaimana
menggunakan Artificial Intelligence, melainkan bagaimana
menggunakannya secara bertanggung jawab dalam
kerangka hukum, etika, dan tata kelola pemerintahan.
Kesadaran itulah yang mendorong saya melakukan
perjalanan belajar yang lebih mendalam. Saya tidak hanya
mempelajari perkembangan Artificial Intelligence, tetapi
juga menelaah berbagai literatur mengenai AI Governance,
etika kecerdasan artifisial, transformasi digital sektor
publik, serta melakukan penelitian melalui analisis
bibliometrik dan wawancara dengan ASN mengenai
pengalaman mereka dalam memanfaatkan AI. Dari proses
tersebut saya semakin memahami bahwa teknologi tidak
pernah berdiri sendiri. Teknologi selalu bertemu dengan
manusia, organisasi, hukum, dan nilai-nilai pelayanan
publik.
Dari berbagai pengalaman tersebut lahirlah sebuah
gagasan yang kemudian saya beri nama Governance-
Augmented Professional Operating System (GAP-OS). GAP-OS
bukanlah aplikasi, bukan pula model Artificial Intelligence
yang baru. GAP-OS adalah sebuah kerangka berpikir yang
vi
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

