Page 78 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 78
Mengapa Prompt Saja Tidak Cukup?
Selama mengamati penggunaan AI di lingkungan
pemerintahan, saya menemukan bahwa kegagalan
penggunaan AI hampir selalu berakar pada satu dari empat
kondisi berikut.
Pertama, pengguna belum benar-benar memahami
masalah yang ingin diselesaikan. Akibatnya, prompt yang
diberikan menjadi terlalu umum sehingga AI menghasilkan
jawaban yang juga umum.
Kedua, pengguna tidak memberikan konteks yang
memadai. AI akhirnya mengisi kekosongan informasi
dengan pola statistik yang dimilikinya, yang belum tentu
sesuai dengan kondisi organisasi.
Ketiga, pengguna menerima hasil AI tanpa melakukan
verifikasi. Padahal AI dapat menghasilkan informasi yang
tampak meyakinkan tetapi tidak sepenuhnya akurat, sebuah
fenomena yang dalam literatur dikenal sebagai AI
hallucination (Ji et al., 2023).
Keempat, pengguna menganggap jawaban AI sebagai
tujuan akhir, bukan sebagai bahan awal untuk berpikir lebih
lanjut.
Menurut saya, empat kondisi tersebut menunjukkan
bahwa persoalan utama bukanlah kualitas prompt,
melainkan kualitas penalaran manusia.
Refleksi Penulis
Sebagai Widyaiswara, saya melihat perubahan yang
cukup menarik. Pada awal pelatihan, peserta biasanya
bertanya, "Prompt apa yang paling bagus?" Namun setelah
68
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

