Page 84 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 84
menggantikan manusia, tetapi ketika manusia dan AI saling
melengkapi dalam proses pengambilan keputusan (Amershi
et al., 2019).
Brynjolfsson dan McAfee (2014) juga menjelaskan
bahwa kemajuan teknologi digital tidak serta-merta
menggantikan manusia, melainkan mengubah jenis
kompetensi yang dibutuhkan. Nilai tambah manusia
semakin bergeser pada kemampuan berpikir kritis,
kreativitas, penilaian, dan pengambilan keputusan yang sulit
diotomatisasi (Brynjolfsson & McAfee, 2014).
Pandangan tersebut diperkuat oleh UNESCO (2021)
yang menegaskan bahwa AI harus dikembangkan dan
digunakan dengan pendekatan human-centered, yaitu
menempatkan manusia sebagai pusat dari seluruh proses
pengembangan, pemanfaatan, dan pengambilan keputusan.
Dalam pendekatan ini, AI dipandang sebagai teknologi yang
memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan
martabat, otonomi, maupun tanggung jawab manusia
(UNESCO, 2021).
Saya melihat bahwa ketiga pandangan tersebut
memiliki benang merah yang sama, AI bukanlah tujuan,
manusia tetap menjadi pusatnya.
Refleksi Penulis
Dari sinilah saya mulai mengembangkan konsep
Human Power. Saya sengaja tidak menggunakan istilah
human intelligence, Saya juga tidak menggunakan istilah soft
skills.
74
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

