Page 91 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 91
Hal yang serupa dijelaskan oleh Kahneman (2011).
Menurutnya, manusia cenderung menggunakan proses
berpikir cepat (System 1) yang efisien, tetapi rentan
terhadap bias. Untuk menghasilkan keputusan yang lebih
berkualitas, diperlukan proses berpikir yang lebih lambat,
reflektif, dan analitis (System 2), terutama ketika
menghadapi persoalan yang kompleks.
Dalam konteks AI, pendekatan multi-perspective
reasoning membantu memperkaya proses analisis sehingga
keputusan tidak hanya bergantung pada satu pola
penalaran. Dengan menguji suatu persoalan melalui
beberapa sudut pandang, risiko bias dapat dikurangi dan
kualitas rekomendasi dapat ditingkatkan (Klein, 1998;
Kahneman, 2011).
Saya melihat bahwa prinsip-prinsip tersebut sangat
relevan bagi ASN. Keputusan pemerintahan hampir selalu
memiliki implikasi hukum, administratif, sosial, dan
pelayanan publik. Karena itu, proses berpikir yang hanya
mengandalkan satu perspektif berpotensi menghasilkan
keputusan yang kurang komprehensif.
Refleksi Penulis
Berdasarkan pengalaman mengajar, hasil penelitian,
dan refleksi praktik, saya kemudian menemukan dan
mengembangkan sebuah mekanisme penalaran yang di
sebut AI Council.
81
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

