Page 172 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 172
mengutip dasar hukum sehingga perlu dilakukan verifikasi
tambahan. Ada pula yang berhasil menggunakan AI untuk
mempercepat penyusunan laporan, sementara yang lain
belajar bahwa penggunaan AI tanpa memperhatikan
pelindungan data pribadi justru menimbulkan risiko baru.
Semua pengalaman tersebut merupakan pengetahuan
yang sangat berharga. Sayangnya, dalam banyak organisasi,
pengalaman tersebut hanya berhenti sebagai pengalaman
individu.
Padahal saya meyakini bahwa keberhasilan
transformasi digital bukan ditentukan oleh banyaknya
pegawai yang mampu menggunakan AI, melainkan oleh
kemampuan organisasi mengelola pengalaman tersebut
menjadi pengetahuan institusional (institutional
knowledge).
Bagi saya, di sinilah makna AI mulai bergeser. AI bukan
lagi sekadar alat bantu menyusun dokumen atau menjawab
pertanyaan. AI menjadi kesempatan bagi organisasi untuk
belajar secara lebih cepat, lebih sistematis, dan lebih
reflektif.
Sebagai widyaiswara, saya mulai melihat bahwa peran
saya pun ikut berubah. Jika sebelumnya saya lebih banyak
mengajarkan bagaimana menggunakan AI, kini saya semakin
tertarik untuk mempelajari bagaimana organisasi belajar
dari penggunaan AI. Pertanyaan yang ingin saya dalami
bukan lagi sekadar bagaimana menghasilkan prompt yang
baik, tetapi bagaimana pengalaman baik maupun
pengalaman buruk dalam menggunakan AI dapat
162
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

