Page 48 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 48

Menurut saya, jawabannya tentu tidak. Demikian pula
            dengan asas kepastian hukum.
                  Apakah  sebuah  keputusan  administrasi  dapat
            dikatakan memenuhi asas  kepastian  hukum apabila  dasar
            hukumnya hanya diambil dari hasil AI tanpa diverifikasi?
                  Sekali lagi, jawabannya tidak. Artinya, penggunaan AI
            tidak mengurangi kewajiban ASN untuk bertindak cermat,
            melakukan  verifikasi,  dan  memastikan  bahwa  setiap
            keputusan  telah  memenuhi  AUPB.  Justru  keberadaan  AI
            menuntut  ASN  untuk  semakin  disiplin  menjalankan  asas-
            asas tersebut.

            Perspektif Etika AI
                  Prinsip    yang    sama    juga    ditemukan     dalam
            Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence yang
            diadopsi  oleh  UNESCO  pada  tahun  2021.  UNESCO

            menegaskan  bahwa  pengembangan  dan  pemanfaatan  AI
            harus  tetap  menghormati  martabat  manusia,  hak  asasi
            manusia,  serta  memastikan  adanya  human  oversight,
            transparency, dan accountability. Salah satu pesan penting
            dari  rekomendasi  tersebut  adalah  bahwa  AI  tidak  boleh
            menghilangkan  tanggung  jawab  manusia  dalam  proses
            pengambilan  keputusan.  Sistem  AI  harus  dirancang  untuk
            mendukung          manusia,       bukan        menggantikan
            pertanggungjawaban manusia atas keputusan yang dibuat.
                  Ketika  saya  membaca  prinsip  tersebut,  saya  merasa
            bahwa  nilai-nilainya  sangat  selaras  dengan  hukum
            administrasi Indonesia. Baik AUPB maupun UNESCO sama-


                                                                       38


                 Berfikir Bersama Artificial Intelligence
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53