Page 15 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 15
Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang
Magister Hukum, saya memandang bahwa setiap inovasi
teknologi harus selalu ditempatkan dalam kerangka negara
hukum (rechtstaat). Teknologi tidak boleh berjalan tanpa
kendali, tetapi juga tidak boleh dihambat oleh ketidaksiapan
birokrasi untuk beradaptasi. Dalam konteks pemerintahan,
AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu (decision
support tool) yang memperkuat kualitas analisis dan
pelayanan publik, bukan sebagai pengganti pertimbangan,
diskresi, ataupun tanggung jawab ASN.
Refleksi tersebut kemudian melahirkan sebuah
kerangka berpikir yang saya sebut Governance-Augmented
Professional Operating System (GAP-OS). Framework ini pada
awalnya saya kembangkan untuk membantu proses
pembelajaran akademik agar penggunaan AI tetap menjaga
integritas, mengutamakan bukti, serta mendorong pengguna
berpikir kritis. Seiring berjalannya waktu, saya menyadari
bahwa prinsip-prinsip tersebut juga sangat relevan
diterapkan dalam lingkungan birokrasi. Oleh karena itu,
dalam buku ini GAP-OS dikembangkan menjadi kerangka AI
Governance yang membantu ASN menggunakan AI secara
sah, etis, bertanggung jawab, dan tetap berorientasi pada
pelayanan publik.
Buku ini tidak dimaksudkan sebagai panduan teknis
penggunaan aplikasi AI tertentu. Buku ini juga bukan
kumpulan prompt yang siap digunakan. Sebaliknya, buku ini
merupakan upaya untuk menjembatani tiga perspektif yang
selama ini sering berjalan sendiri-sendiri, yaitu hukum
5
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

