Page 28 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 28
Bagi saya, AI bukanlah kompetitor ASN. AI adalah alat
bantu intelektual (cognitive assistant) yang dapat
mempercepat pekerjaan administratif, memperluas akses
terhadap informasi, membantu menyusun alternatif solusi,
serta meningkatkan kualitas analisis. Namun AI tidak
memiliki kewenangan, tidak memiliki integritas moral, tidak
memiliki tanggung jawab hukum, dan tidak memiliki
kewajiban melayani kepentingan publik sebagaimana yang
melekat pada seorang ASN.
Sebagai aparatur negara, setiap keputusan yang kita
ambil selalu memiliki konsekuensi hukum, administratif,
maupun etika. Sebuah surat yang ditandatangani,
rekomendasi yang diberikan, atau kebijakan yang disusun
bukan hanya dinilai dari kualitas bahasanya, tetapi juga dari
legalitas, akurasi, dan dampaknya terhadap masyarakat.
Tanggung jawab tersebut tidak dapat dialihkan kepada
sebuah sistem AI.
Di sinilah saya mulai menggunakan istilah Human
Power. Selama ini kita sering mendengar istilah AI atau
kecerdasan buatan. Namun menurut saya, perkembangan AI
justru mengingatkan kita pada pentingnya kecerdasan
manusia. Semakin canggih teknologi berkembang, semakin
besar pula kebutuhan terhadap kemampuan manusia untuk
berpikir kritis, mempertimbangkan aspek hukum,
memahami nilai-nilai etika, serta mengambil keputusan
yang bijaksana.
Bagi saya, Human Power bukan berarti manusia harus
lebih pintar daripada AI. Human Power adalah kemampuan
manusia untuk menggunakan AI secara sadar, bertanggung
18
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

