Page 25 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 25
seharusnya muncul lebih dahulu sebelum seseorang
menuliskan prompt.
Sebagai seseorang yang berlatar belakang hukum, saya
terbiasa melihat setiap persoalan dari perspektif
pertanggungjawaban. Dalam konteks pemerintahan, setiap
keputusan administratif selalu memiliki konsekuensi
hukum, administratif, maupun etis. Oleh karena itu, saya
memandang AI bukan sebagai pengambil keputusan,
melainkan sebagai alat bantu analisis yang tetap harus
berada di bawah kendali manusia. Semakin canggih AI,
semakin besar pula tanggung jawab ASN untuk memastikan
bahwa informasi yang digunakan benar, prosesnya dapat
dipertanggungjawabkan, dan keputusan akhirnya tetap
diambil oleh pejabat yang berwenang.
Berbagai pengalaman tersebut pada akhirnya
membawa saya pada satu keyakinan. Tantangan
transformasi digital di lingkungan pemerintahan bukan lagi
sekadar meningkatkan literasi digital, melainkan
membangun literasi tata kelola AI. ASN tidak cukup hanya
mengetahui aplikasi AI yang sedang populer. Mereka juga
perlu memahami kapan AI dapat digunakan, kapan harus
dibatasi, bagaimana memverifikasi hasilnya, serta
bagaimana memastikan bahwa penggunaan AI tetap sejalan
dengan hukum, etika, dan kepentingan publik.
Dari sinilah saya mulai menyusun sebuah kerangka
berpikir yang tidak hanya mengajarkan cara membuat
prompt, tetapi juga membantu ASN membangun proses
berpikir yang sistematis sebelum, selama, dan setelah
15
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

