Page 24 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 24
Bagi saya, jawaban-jawaban tersebut sangat menarik.
Kekhawatiran ASN ternyata bukan lagi mengenai bagaimana
cara menggunakan AI, melainkan bagaimana menggunakan
AI dengan benar.
Dari berbagai pelatihan yang saya fasilitasi, saya juga
menemukan pola yang hampir selalu berulang. Banyak
peserta yang menganggap kualitas hasil AI sepenuhnya
ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Padahal setelah saya
mengamati proses mereka bekerja, saya melihat bahwa
kualitas jawaban AI justru sangat dipengaruhi oleh kualitas
cara berpikir penggunanya.
Ketika seseorang memberikan perintah yang terlalu
umum, AI cenderung menghasilkan jawaban yang umum
pula. Sebaliknya, ketika pengguna mampu menjelaskan
konteks pekerjaan, tujuan, batasan hukum, serta hasil yang
diharapkan, kualitas jawaban AI meningkat secara
signifikan. Pengalaman ini mengubah cara saya memandang
pelatihan AI. Saya tidak lagi melihat prompt engineering
sebagai sekadar keterampilan teknis, tetapi sebagai latihan
untuk membangun kemampuan berpikir yang lebih
sistematis, kritis, dan terstruktur.
Refleksi tersebut membawa saya pada satu kesimpulan
sederhana. Selama ini banyak pelatihan AI berfokus pada
bagaimana berbicara kepada AI. Padahal yang lebih penting
adalah bagaimana berpikir sebelum berbicara kepada AI.
Pertanyaan seperti apa tujuan saya?, apakah data yang saya
gunakan aman?, apakah hasil ini perlu diverifikasi?, dan siapa
yang bertanggung jawab atas keputusan yang akan diambil?
14
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

