Page 29 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 29
jawab, dan tetap memegang kendali atas setiap keputusan
yang diambil. AI dapat menghasilkan berbagai alternatif
jawaban, tetapi hanya manusia yang mampu
mempertimbangkan nilai keadilan, kepentingan publik,
serta konsekuensi hukum dari setiap tindakan.
Pandangan tersebut sejalan dengan perkembangan
tata kelola AI di tingkat internasional. UNESCO
Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence
menegaskan bahwa pengembangan dan pemanfaatan AI
harus tetap berpusat pada manusia (human-centered
approach) dengan menjunjung tinggi martabat manusia, hak
asasi manusia, transparansi, akuntabilitas, serta human
oversight. Dengan kata lain, AI harus dirancang untuk
mendukung manusia, bukan menggantikan peran manusia
dalam pengambilan keputusan yang berdampak terhadap
hak, kepentingan, dan kesejahteraan masyarakat.
Prinsip tersebut menurut saya sangat relevan bagi
ASN. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, AI dapat
membantu menghasilkan alternatif analisis, menyusun
konsep dokumen, atau mengolah data dalam jumlah besar.
Namun keputusan akhir tetap harus berada di tangan
pejabat atau ASN yang memiliki kewenangan, memahami
konteks, serta bertanggung jawab atas akibat hukum dari
keputusan tersebut. Inilah yang kemudian dikenal sebagai
prinsip Human in the Loop (HITL).
Secara sederhana, Human in the Loop berarti bahwa
manusia tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
proses kerja AI. AI boleh memberikan rekomendasi, tetapi
19
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

