Page 34 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 34
melalui dasar hukum, bukti, dan proses penalaran yang
benar. Ketika prinsip tersebut tidak dibawa ke dalam
penggunaan AI, saya melihat munculnya risiko baru, yaitu
ketergantungan terhadap teknologi tanpa disertai
kemampuan berpikir kritis.
Pada saat yang sama, saya juga mengamati bahwa
sebagian besar pelatihan AI lebih banyak berfokus pada
bagaimana memperoleh jawaban yang baik dari AI. Peserta
diajarkan menyusun prompt, mengenal berbagai aplikasi,
atau mencoba berbagai teknik untuk menghasilkan respons
yang lebih menarik. Semua itu penting. Namun saya merasa
ada satu bagian yang belum banyak dibahas, yaitu
bagaimana memastikan bahwa jawaban AI layak dipercaya
sebelum digunakan.
Dari berbagai pengalaman tersebut saya mulai
menyimpulkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada
kualitas AI, melainkan pada kualitas interaksi manusia
dengan AI. AI yang sama dapat menghasilkan manfaat yang
luar biasa ketika digunakan oleh orang yang berpikir kritis.
Sebaliknya, AI juga dapat menghasilkan dampak yang
merugikan apabila digunakan tanpa proses verifikasi dan
tanpa memahami konteks pekerjaan.
Refleksi inilah yang kemudian mendorong saya untuk
menyusun sebuah kerangka berpikir yang tidak hanya
mengajarkan cara menggunakan AI, tetapi juga cara berpikir
ketika menggunakan AI.
Pada awalnya kerangka tersebut saya gunakan secara
sederhana dalam proses pembelajaran. Saya mulai
membiasakan peserta untuk tidak langsung menerima
24
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

