Page 35 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 35
jawaban AI. Sebelum sebuah jawaban dianggap layak,
peserta saya ajak untuk mengajukan beberapa pertanyaan
sederhana.
• Apa sebenarnya masalah yang ingin diselesaikan?
• Apakah konteksnya sudah lengkap?
• Dari mana informasi tersebut berasal?
• Apakah ada dasar hukum atau referensi yang
mendukungnya?
• Apa risiko jika jawaban tersebut digunakan?
• Siapa yang bertanggung jawab apabila jawabannya
ternyata keliru?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut ternyata mengubah
cara peserta berinteraksi dengan AI. Mereka tidak lagi
sekadar meminta jawaban, tetapi mulai belajar memeriksa,
membandingkan, mengkritisi, dan memperbaiki jawaban AI
sebelum menggunakannya.
Pengalaman tersebut kemudian saya terapkan dalam
berbagai pelatihan, diskusi, dan pendampingan. Menariknya,
pola yang sama kembali muncul. Ketika peserta diajak
membangun proses berpikir terlebih dahulu, kualitas hasil
AI meningkat secara signifikan. Bukan karena AI menjadi
lebih cerdas, tetapi karena pengguna menjadi lebih kritis.
Dari sinilah saya menyadari bahwa yang perlu
dibangun bukan sekadar AI Literacy, melainkan sebuah
operating system yang mengatur bagaimana manusia
berinteraksi dengan AI secara bertanggung jawab.
Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi
Governance-Augmented Professional Operating System (GAP-
25
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

