Page 36 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 36
OS). Pada tahap awal, GAP-OS dirancang untuk mendukung
proses pembelajaran akademik. Saya ingin memastikan
bahwa AI digunakan untuk memperkuat kemampuan
belajar, bukan menggantikan proses berpikir. Karena itu saya
menempatkan satu prinsip sebagai fondasi utama, yaitu
Human Power. Bagi saya, keberhasilan penggunaan AI tidak
diukur dari seberapa cepat seseorang memperoleh jawaban,
tetapi dari seberapa besar AI membantu meningkatkan
kualitas berpikir, belajar, dan mengambil keputusan.
Seiring waktu, saya menyadari bahwa prinsip-prinsip
tersebut ternyata tidak hanya relevan di dunia akademik.
Ketika saya berdiskusi dengan para ASN dan mengamati
bagaimana AI mulai digunakan dalam penyusunan
dokumen, analisis kebijakan, pelayanan publik, hingga
pengembangan kompetensi, saya melihat kebutuhan yang
sama. ASN tidak hanya memerlukan keterampilan membuat
prompt. Mereka memerlukan sebuah cara berpikir yang
memastikan bahwa penggunaan AI tetap selaras dengan
hukum, etika, akuntabilitas, dan kepentingan publik.
Atas dasar itulah, dalam buku ini saya
mengembangkan GAP-OS menjadi sebuah kerangka AI
Governance yang dapat digunakan sebagai panduan berpikir
bagi ASN. GAP-OS bukanlah aplikasi, bukan pula model AI
baru. GAP-OS adalah sebuah framework tata kelola berpikir
(thinking governance framework) yang membantu pengguna
memahami kapan AI dapat dimanfaatkan, bagaimana AI
seharusnya digunakan, dan mengapa keputusan akhir harus
tetap berada pada manusia.
26
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

