Page 30 - ebook_Berpikir Bersama Artificial Intelligence
P. 30
manusia yang mengevaluasi, mengoreksi, menerima, atau
menolaknya. Dalam konteks pemerintahan, prinsip ini
memastikan bahwa penggunaan AI tidak menghilangkan
pertimbangan profesional seorang ASN.
Sebagai contoh, AI dapat membantu menyusun konsep
jawaban atas surat pengaduan masyarakat. Namun sebelum
surat tersebut dikirim, ASN tetap harus memastikan bahwa
isi surat telah sesuai dengan peraturan perundang-
undangan, tidak mengandung informasi yang keliru, serta
mencerminkan kebijakan instansi. Dengan demikian, AI
mempercepat proses penyusunan dokumen, tetapi kualitas
dan tanggung jawab tetap berada pada manusia.
Selain Human in the Loop, berkembang pula konsep
Human Oversight. Jika Human in the Loop menempatkan
manusia dalam proses pengambilan keputusan, maka
Human Oversight menekankan bahwa manusia harus
memiliki kemampuan untuk mengawasi, mengevaluasi,
menghentikan, atau mengoreksi sistem AI apabila hasil yang
diberikan tidak sesuai dengan tujuan, nilai, atau ketentuan
yang berlaku. UNESCO menempatkan human oversight
sebagai salah satu prinsip penting agar AI tidak mengurangi
martabat manusia maupun menghilangkan akuntabilitas
dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam perspektif saya sebagai Widyaiswara, kedua
konsep tersebut memiliki makna yang sangat praktis. Ketika
seorang ASN menggunakan AI, maka ia tidak sedang
menyerahkan pekerjaannya kepada mesin. Ia justru sedang
menambah satu "rekan kerja digital" yang perlu diarahkan,
diawasi, dan dievaluasi. Sama seperti seorang pemimpin
20
Berfikir Bersama Artificial Intelligence

